"Mengapa aku berada
disini?!"
"Apa tujuanku?"
"Aku tidak mengerti apa-apa!!"
Beribu pertanyaan datang kepadaku ketika aku memikirkan kenapa aku
berada disini sekarang? Kenapa aku belajar di Teknik Informatika dengan pikiran
yang sangat kacau? Kenapa aku tidak fokus?
Semua bermula ketika masa-masa pendaftaran SNMPTN sudah dimulai,
dan saat itulah masa depan kita ditentukan. Untuk menjadi apa kita kedepannya.
Ketika ditanya ingin jadi apa? Aku pasti menjawab ingin menjadi dokter. Tapi
nasib berkata lain. Pemilihan jurusan SNMPTN di sekolah kami didasarkan pada
urutan ranking dan sayangnya yang ranking pertama bukanlah saya dan kesempatan
itu telah direbut orang lain. Kesal? Tidak juga. Lagipula perekonomian keluarga
sedang labil dan bidik misi pun tidak mungkin. Aku juga tidak ingin mengambil
jurusan kedokteran di universitas lain selain Unsri. Jadi, pada saat sharing
pilihan jurusan dikelas aku memilih :
1. Farmasi UNSRI
2. ......... UNSRI (lupa ._.)
3. Kedokteran UNILA
4. Teknik Geofisika UNILA
Pada detik-detik terakhir pendaftaran SNMPTN, semua form sudah
diisi dan tinggal satu tombol saja maka saya dinyatakan sudah mendaftar. Tapi
tiba-tiba ke-galau-an menghadang. Farmasi? Benarkah itu yang kuinginkan? Alasan
dibalik memilih farmasi karena dorongan dari bibi saya yang mengatakan bahwa
bidang itu sangat bagus. Kemudian saya berpikir? Nantinya saya jadi apa?
Apoteker? Punya apotik? Kenapa itu terdengar tidak jauh berbeda dengan
pengusaha? Maka saya memutuskan untuk tidak memilih farmasi dan kembali kehalaman
sebelumnya.
Teknik Geologi. Sebenarnya aku ingin kesana. Tapi kakakku
menyarankan tidak usah kuliah disana, karena itu lebih berat daripada Teknik
Pertambangan. Ketika kakak saya bilang begitu, saya menyerah. Bagaimana tidak?
Dia yang pintar dan bersekolah di sekolah yang terkenal akan pendidikannya pun
merasa tidak sanggup. Apalagi saya yang hanya bersekolah di sekolah negeri
biasa. Bagaimana Teknik Pertambangan? Aku sebenarnya ingin kuliah disana, dan
aku juga bisa mendapat kemudahan karena kakakku sendiri juga di Teknik
Pertambangan. Jadi masalah buku dan arsip pun mudah. Tapi dia melarangnya. Ia
mengatakan bahwa aku akan di bully (bukan dalam arti sebenarnya) karena aku
sudah sangat ditunggu-tunggu disana. Itu mungkin karena mereka tidak segan lagi
kepadaku (mungkin karena sudah kenal) dan mengolok-olokku yang mudah menangis
sama seperti kakakku. Oke, aku tidak ingin jadi mainan. Jadi, keduanya tidak
kupilih.
Malam semakin larut dan aku belum memutuskan pilihanku. Waktu
pendaftaran pun akan segera berakhir. Aku melihat-lihat lagi daftar pilihan
jurusan untuk IPA, dan aku melihat teknik informatika, sistem informasi, dan
sistem komputer. Aku tidak melihat jurusan lain karena aku sama sekali tidak
berminat.
Sistem informasi? Aku tidak mungkin memilihnya karena aku tidak
ingin mengambil kesempatan teman baikku, Indah, yang sudah memutuskan sejak
lama meskipun aku bisa saja mengambilnya.
Sistem komputer? Terdengar tidak menarik.
Teknik Informatika? Menarik. Memiliki embel teknik tapi tidak
masuk dalam fakultas teknik. Lagipula passing grade-nya dibawah kedokteran.
Terdengar bergengsi dan keren. Rumornya juga memiliki banyak kakak tingkat yang
cakep. Mungkin pelajarannya hanya berkisar di komputer dan bla bla bla.
Sayangnya aku juga tidak mungkin mengambilnya karena ada teman
sekelasku juga sudah mengambilnya. Tapi, inilah satu-satunya yang terdengar
menarik untukku. Dan setelah mendapat persetujuan dari orangtuaku, aku pun
memilihnya dan selamat aku sudah mendaftar.
1. Teknik Informatika UNSRI
2. Farmasi UNSRI
3. Kedokteran UNILA
4. Teknik Geofisika UNILA
Kembali kelas saya membuka forum untuk sharing pilihan jurusan
lagi dengan tujuan untuk melihat apa jurusan yang sudah benar-benar dipilih.
Dalam sekejab banyak pengkhianatan terjadi. Yang satu mengambil pilihannya yang
lain dan sebagainya. Dan aku pun merasa dikhianati dan mengkhianati. Farmasi
yang awalnya pilihanku diambil oleh beberapa orang. Tapi tidak jadi masalah
karena aku tidak memilihnya. Dan temanku yang mengambil teknik informatika
mendekatiku.
"Kau ngambek teknik informatika jugo eh? Ish dah kau ni,
pastilah dak tepilih aku nih. Rangking kau diatas aku..." dan dia berlalu.
Seketika aku merasa seperti pecundang. Apakah mengambil pilihan
orang lain adalah hobiku? Dan sampai masa SMA kami berakhir, dia tidak pernah
menegurku lagi.
Hari pengumuman SNMPTN pun tiba. Dan kata-kata
Selamat, anda di terima di
:
Teknik Informatika UNSRI
membuatku lega sekaligus cemas. Bagaimana dengannya? Lulus? Tidak
lulus?
Tiba-tiba sms dari nomor tidak dikenal masuk.
Maaf ye, aku marah dengan kau. Aku lulus di IF nah.
Rasanya langsung ingin sujud syukur. Masalah pun sudah selasai.
Dan masalah lain datang.
Kakakku cerita bahwa temannya bertanya aku lulus dimana. Dan dia
memberitahukan bahwa aku lulus di teknik informatika. Semua temannya
tercengang. Mereka bertanya apa motivasiku? Dan aku pernah cerita pada kakakku
bahwa aku ingin kuliah yang santai. Dan mereka semua tertawa.
"Kuliah santai? IF itulah kuliah paling susah. Teman aku tiap
minggu disuruh buat program!"
Dan kakakku pernah cerita kalo dia pernah ketemu dengan anak
Fasilkom dan penampilannya itu kucelllll, kusammm, dan berkacamata tebal.
Sekejab langsung MENTAL
BREAK DOWN.
Sekarang setelah memasuki minggu ke-3 perkuliahan di teknik
informatika, saya masih mencari tujuan disana. Alasan yang kuat untuk apa aku
disana. Aku bukan orang yang mudah menyerah dan melepaskan apa yang aku pegang
sekarang. Pasti aku akan menemukan tujuanku disana, menemukan hal-hal yang
membuatku bertahan seperti yang kulakukan ketika aku sangat menolak SMA yang
kudatangi. Lagipula aku sudah punya satu alasan untuk tetap berada di fasilkom
yang hanya kutemukan pada saat pk2 dan teman-teman yang menyenangkan.
"Star can't be shine
without the dark"
"Apa tujuanku?"
"Aku tidak mengerti apa-apa!!"

0 comments:
Post a Comment