29 September 2013

We are P.O.I.N.S.


            Holla~ hari ini saya kembali membawa sebuah cerita tentang keluarga ke-2 saya yang sangat gila. Sedikit cerita dibalik postingan ini adalah saat kumpul INTEL-English Community. Nah, disitu Kak Adit (leader of INTEL) menyuruh kami untuk berbicara di depan kelas selama satu menit untuk menentukan bidang kita di INTEL. Unfortunately, i’m in debate #abaikan. Disana teman saya, Indah Zalika, bercerita tentang P.O.I.N.S. yang tiba-tiba membuat saya ingat kembali kepada mereka. Mereka yang sangat berharga, harta karun yang kutemukan dalam kegelapan SMA 8.

            P.O.I.N.S. Kalian pasti tidak kenal karena kami hanya eksis di SMA 8. P.O.I.N.S sendiri terbentuk pada April 2011 dan sampai sekarang memang hanya mempunyai 5 anggota dan tidak membuka OR. Terdiri dari 5 orang cewek yang (alhamdulillah) semuanya sudah lulus SMA dan diterima di berbagai perguruan tinggi. 


            Awal kenal mereka, saya sendiri tidak ingat. Tapi Indah cerita kalau saya mulai dekat dengan mereka saat kelompok ekonomi. Saya –mungkin— yang terakhir bergabung dengan POINS karena saya memang orang yang tertutup dan tidak suka bergaul. Disitulah kegilaan saya dimulai.

            POINS yang sangat kompak ini banyak mempunyai haters di kelas. Pada awal kelas X, kebanyakan anak kelas membenci kami karena kami yang tidak suka bergabung dengan anak-anak kelas kebanyakan. Istilahnya kami itu membuat negara di dalam sebuah negara. Kami melakukan itu karena :
  •         Kami ini adalah orang-orang yang salah masuk SMA. Ke-5 dari kami ini tidak pernah menginginkan sekolah disana, jadi sikap kami sedikit frontal dan suka menentang keputusan kelas.
  •      Selain POINS, di kelas itu juga ada 9 orang cewek yang suka ngatur dan sok jadi pemimpin. They are very annoying.

Hal itu tidak bertahan lama, kedudukan pun berubah. Anak-anak kelas mulai menyadari siapa yang benar dan yang salah, sehingga si ketua 9 orang cewek itu buka forum kelas dan akhirnya menangis mengatakan kenapa kami berbuat begitu, membuat kelompok sendiri di dalam kelas. Padahal dia hanya ingin kelas kami kompak seperti kakak kelas sebelumnya. Disini perlu ditegaskan bahwa yang membuat kelompok didalam kelas bukan hanya POINS, dia sendiri pun punya kelompoknya sendiri. Dan sampai akhir kelulusan pun kelas kami ini tidak pernah kompak karena banyaknya kelompok didalam kelas.

Kiri-Kanan : Nadra, Octa, PMS, saya, Indah


Hubungan diantara anggota POINS itu sangat dekat, walaupun kadang kita juga suka musuhan. Nah, orangtua POINS pun dekat satu sama lain dan kita juga sudah di anggap anak sama orangtua anggota POINS yang lain. Kita suka nongkrong di salah satu rumah anggota POINS sampai sore, nonton dvd dan makan disana. POINS (kecuali PMS) juga pernah jalan-jalan bareng ke Bali selama 10 hari dan saya dapat izinnya cuma karena saya bilang ada Octa yang ikut.

Sekarang saya mau memperkenalkan anggota POINS.
  • Siti Nadra, 29 Agustus 1995. Dia ini visualnya POINS karena dia cantik dan punya  inner beauty. Sekarang dia kuliah di STMIK MDP jurusan Teknik Informatika.
  • Octaviani Wiranda Putri, 16 October 1995. Octa ini simbol kekuatan POINS, karena kalau tidak ada Octa rasanya kita kehilangan sebuah pilar. Calon dokter ini sekarang sedang berkuliah di Universitas Bengkulu.
  •  Putri Mustika Sari(PMS), 30 Juli 1995. PMS ini leader sekaligus tukang gokilnya  POINS. Sekarang sedang kuliah jurusan teknik elektro di Politeknik Unsri.
  •  Nisva Syakbania, 05 Januari 1996. Nah, saya ini didaulat sebagai sekretaris POINS.  Saya juga maknae POINS, dan yang paling tidak punya pekerjaan di POINS.  Disekolah cuma tidur dan waktu istirahat ke kantin. Sekarang saya belajar di Teknik  Informatika Unsri.
  •  Indah Zalika, 27 Maret 1995. Cece cantik dan supel ini adalah bendahara POINS dan  suka sekali bergosip. Dan sekarang dia bersama saya menjadi keluarga Fasilkom  Unsri di jurusan Sistem Informasi.

              Cukup sekian profil POINS-nya. Untuk selanjutnya, saya akan menulis tentang bagaimana rasanya study tour ke Bali yang penuh kegilaan, kesedihan, kegembiraan dan kekonyolan ala 4 anggota POINS.

    We are family, we are bestfriends, we are sisters, we are P.O.I.N.S.!!

13 September 2013

Why Informatic Engeenering?!

"Mengapa aku berada disini?!"
"Apa tujuanku?"
"Aku tidak mengerti apa-apa!!"

Beribu pertanyaan datang kepadaku ketika aku memikirkan kenapa aku berada disini sekarang? Kenapa aku belajar di Teknik Informatika dengan pikiran yang sangat kacau? Kenapa aku tidak fokus?

Semua bermula ketika masa-masa pendaftaran SNMPTN sudah dimulai, dan saat itulah masa depan kita ditentukan. Untuk menjadi apa kita kedepannya. Ketika ditanya ingin jadi apa? Aku pasti menjawab ingin menjadi dokter. Tapi nasib berkata lain. Pemilihan jurusan SNMPTN di sekolah kami didasarkan pada urutan ranking dan sayangnya yang ranking pertama bukanlah saya dan kesempatan itu telah direbut orang lain. Kesal? Tidak juga. Lagipula perekonomian keluarga sedang labil dan bidik misi pun tidak mungkin. Aku juga tidak ingin mengambil jurusan kedokteran di universitas lain selain Unsri. Jadi, pada saat sharing pilihan jurusan dikelas aku memilih :
1. Farmasi UNSRI
2. ......... UNSRI (lupa ._.)
3. Kedokteran UNILA
4. Teknik Geofisika UNILA

Testimonial~

I'm here...

Posting-an ini sebenarnya hanya sebuah testimonial. Ini dikarenakan saya merasa agak aneh kalau posting-an pertama saya di blog ini langsung kepada hal-hal yang berat (?). Jadi di sini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan nge-blog saya.

Ketika dengar blog, mungkin pikiran sebagian orang begini, "Nge-blog? Siapa sih yang hari gini masih main blog? Sekarang kan sudah era-nya facebook, twitter, instragram, path dan lain-lain." Oke, tapi siapa peduli. Ketinggalan jaman atau tidak, blog tetap punya penggemar sendiri yang mungkin tidak akan lekang oleh waktu.

Pertama kali kenal blog itu pada saat smp. Ketika itu saya ikut kakak saya ke warnet dan ternyata dia disuruh posting jawaban dari soal yang diberikan gurunya lewat blog. Dari sanalah saya mengenal blog dan mulai coba-coba buat blog. Blog pertama saya sudah tidak saya ingat lagi alamatnya. Saya sendiri sudah membuat begitu banyak akun blog dan semua isinya itu tidak penting dan akhirnya malah buat-hapus-buat lagi-hapus lagi dan begitulah seterusnya.