Holla~ hari
ini saya kembali membawa sebuah cerita tentang keluarga ke-2 saya yang sangat
gila. Sedikit cerita dibalik postingan ini adalah saat kumpul INTEL-English
Community. Nah, disitu Kak Adit (leader of INTEL) menyuruh kami untuk berbicara
di depan kelas selama satu menit untuk menentukan bidang kita di INTEL.
Unfortunately, i’m in debate #abaikan. Disana teman saya, Indah Zalika,
bercerita tentang P.O.I.N.S. yang tiba-tiba membuat saya ingat kembali kepada
mereka. Mereka yang sangat berharga, harta karun yang kutemukan dalam kegelapan
SMA 8.
P.O.I.N.S. Kalian pasti tidak kenal
karena kami hanya eksis di SMA 8. P.O.I.N.S sendiri terbentuk pada April 2011
dan sampai sekarang memang hanya mempunyai 5 anggota dan tidak membuka OR.
Terdiri dari 5 orang cewek yang (alhamdulillah) semuanya sudah lulus SMA dan
diterima di berbagai perguruan tinggi.
Awal kenal
mereka, saya sendiri tidak ingat. Tapi Indah cerita kalau saya mulai dekat
dengan mereka saat kelompok ekonomi. Saya –mungkin— yang terakhir bergabung
dengan POINS karena saya memang orang yang tertutup dan tidak suka bergaul.
Disitulah kegilaan saya dimulai.
POINS yang sangat kompak ini banyak
mempunyai haters di kelas. Pada awal kelas X, kebanyakan anak kelas membenci
kami karena kami yang tidak suka bergabung dengan anak-anak kelas kebanyakan.
Istilahnya kami itu membuat negara di dalam sebuah negara. Kami melakukan itu
karena :
- Kami ini adalah orang-orang yang salah masuk SMA. Ke-5 dari kami ini tidak pernah menginginkan sekolah disana, jadi sikap kami sedikit frontal dan suka menentang keputusan kelas.
- Selain POINS, di kelas itu juga ada 9 orang cewek yang suka ngatur dan sok jadi pemimpin. They are very annoying.
Hal itu tidak bertahan lama, kedudukan pun berubah. Anak-anak kelas mulai menyadari siapa yang benar dan yang salah, sehingga si ketua 9 orang cewek itu buka forum kelas dan akhirnya menangis mengatakan kenapa kami berbuat begitu, membuat kelompok sendiri di dalam kelas. Padahal dia hanya ingin kelas kami kompak seperti kakak kelas sebelumnya. Disini perlu ditegaskan bahwa yang membuat kelompok didalam kelas bukan hanya POINS, dia sendiri pun punya kelompoknya sendiri. Dan sampai akhir kelulusan pun kelas kami ini tidak pernah kompak karena banyaknya kelompok didalam kelas.


